Jumat, 07 Desember 2018

Bagaimana Memilih Metode yang Benar dalam Pembelajaran Bahasa Arab???


Metode adalah teknik pendidik di dalam menyajikan materi pelajaran ketika terjadi proses pembelajaran.  Banyak sekali metode yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran, namun metode yang digunakan guru sebaiknya jangan asal pakai, bisa jadi metode yang digunakan bukan mempermudah melainkan mempersulit pembelajaran yang berlangsung. Guru harus memperhatikan pemilihan dan penentuan metode yang digunakan sebelum kegiatan belajar dilaksanakan. Karena metode yang digunakan sangat berpengaruh terhadap kegiatan belajar dan hasil belajar nantinya. Berhasil tidaknya suatu pembelajaran biasanya tergantung bagaimana cara guru menyampaikan materi, dan metode atau strategi apa yang digunakan dalam proses pembelajaran tersebut. Seorang guru harus bisa menentukan metode apa yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan serta metode bagaimana yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
Dalam pembelajaran bahasa Arab metode dikenal sebagai rencana menyeluruh penyajian bahasa secara sistematis berdasarkan pendekatan yang ditentukan. Menurut Nana Sujana, metode mengajar adalah cara yang digunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya pengajaran. Dalam pengertian lain, metode mengajar merupakan cara-cara yang digunakan guru untuk menyampaikan bahan pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan. Dalam kegiatan belajar mengajar makin tepat metode yang digunakan maka makin efektif dan efisien kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan peserta didik, pada akhirnya menunjang dan menghantarkan keberhasilan mengajar yang dilakukan oleh guru. Sebuah metode pembelajaran bahasa Arab akan dianggap sukses dalam aplikasinya, bila mampu memenuhi beberapa hal yang menjadi syarat kesuksesan sebuah metode, yaitu:
a.      Metode harus sesuai dengan kondisi peserta didik, tingkat pertumbuhan akalnya.
b.     Metode harus mengikuti kaidah-kaidah umum yang dapat digunakan oleh seorang guru sebagai pembimbing dan petunjuk dalam menyelesaikan problematika pembelajaran. Misalnya berangsur-angsur dari yang mudah menuju yang sulit, dari yang sederhana menuju yang kompleks.
Harus mampu mengkomodir perbedaan pribadi peserta didik di kelas, karena peserta didik itu memiliki kemampuan yang berbeda-beda, pribadi yang berbeda, kecerdasan yang berbeda, kekuatan fisik yang berbeda, tetapi usia dan jenis kelamin mereka sama. Faktor perbedaannya itu lebih banyak dari pada faktor kesamaannya yang hanya pada segi usia dan jenis kelamin. Diantara peserta didik ada yang mampu memiliki kecerdasan yang mampu memahami dan berfikir cepat, serta ada yang kuat hafalannya sehingga mampu mengingat dan menghafal banyak pengetahuan yang ia pelajari dengan mudah. Ketika belajar membaca, tidak semua peserta didik memiliki kemampuan yang sama dalam belajar, kemampuan memahaminya berbeda-beda, kemampuan kecepatan membacanya berbeda dan kemampuan berbicaranya juga berbeda. Sehingga seorang guru bahasa Arab harus mampu mengurai perbedaan-perbedaan pribadi peserta didik dan mengatasinya.


Nama : Izzah Machfudhoh
NIM : 932500715
Kelas : E-Learning A

Pentingnya Motivasi dan Minat Anak dalam Proses Pertumbuhan


Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Usaha untuk meningkatkan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan perlu mendapat perhatian yang khusus. Kegiatan belajar merupakan proses pendidikan di sekolah. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana pencapaian pendidikan yang dialami siswa. Dalam suatu lembaga pendidikan keberhasilan proses belajar mengajar dapat dilihat dari prestasi belajar yang dicapai oleh peserta didik. Prestasi belajar siswa juga dapat dipengaruhi oleh motivasi dan minat masing-masing siswa. Setiap siswa pasti memiliki motivasi tersendiri entah dari luar maupun dari dalam. Setiap siswa pun pasti memiliki minat tersendiri untuk dikembangkan.
Motivasi dan minat belajar siswa erat kaitannya dengan hasil evaluasi pembelajaran. Mengingat tentang tujuan dari evaluasi pendidikan ialah untuk mendapat data yang menunujukkan sampai di mana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian proses belajar mengajar yang telah dilakukan selama jangka waktu tertentu. Motivasi dan minat belajar yang dimiliki siswa berbeda satu dengan yang lainnya, sehingga sangatlah penting untuk mengetahui seberapa berpengaruhnya motivasi dan minat belajar terhadap hasil evaluasi suatu pembelajaran. Dalam kegiatan belajar, motivasi dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan dalam proses belajar, yang menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan yang memberikan arah kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Motivasi belajar tidak selalu timbul dalam diri siswa, ada sebagian siswa yang mempunyai motivasi tinggi, ada juga yang rendah. Istilah motivasi menunjuk kepada semua gejala yang terkandung dalam stimulasi tindakan ke arah tujuan tertentu dimana sebelumnya tidak ada gerakan menuju ke arah tujuan tersebut. Motivasi dapat berupa dorongan-dorongan dasar atau internal dan intensif dari luar diri individu. Sebagai suatu masalah di dalam kelas, motivasi adalah proses membangkitkan, mempertahankan, dan mengontrol minat-minat.
Hakikat dan kekuatan dari minat seseorang merupakan aspek penting kepribadian. Karakteristik ini secara material memengaruhi prestasi pendidikan. Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian. Minat yang timbul dari kebiasaan anak-anak akan menjadi faktor pendorong bagi anak dalam melaksanakan usahanya. Jadi dapat dilihat bahwa minat sangat penting dalam pendidikan. Ada beberapa alasan mengapa guru perlu mengadakan pengukuran terhadap minat anak-anak. Setiap guru wajib meningkatkan minat anak-anak. Apabila anak-anak memiliki minat yang kecil, maka tugas guru adalah menjaga dan mengembangkan minat tersebut agar tidak hilang pada diri anak. Walaupun minat bukan merupakan indikasi yang pasti, tentang sukses tidaknya anak dalam pendidikan yang akan datang atau dalam jabatan, namun ini merupakan pertimbangan yang cukup berarti. Minat merupakan salah satu faktor psikis yang membantu dan mendorong individu dalam memberi stimulus suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai. Jika dikaitkan dengan belajar, minat belajar merupakan kecenderungan hati yang melibatkan perasaan senang untuk melakukan kegiatan belajar dengan harapan dapat memberi kepuasan terhadap sesuatu yang belum dimiliki sebelumnya melalui berbagai macam latihan sehingga hasil akhir dari belajar tersebut adalah perubahan tingkah laku yang relatif menetap.
Proses pencapaian keberhasilan dalam belajar dangat bergantung kepada minat, dengan minat siswa akan terus terdorong untuk mengoptimalkan dan tekun dalam belajar. Kurangnya minat siswa terhadap pelajaran akan menjadi penghambat proses dalam belajar. Timbulnya minat seseorang itu disebabkan oleh beberapa faktor penting yaitu rasa tertarik atau rasa senang, faktor perhatian dan kebutuhan. Kaitannya dengan penelitian minat belajar siswa tidak dapat diketahui atau diukur secara langsung.

Nama : Izzah Machfudhoh
NIM : 932500715
Kelas : E-Learning A

Video dan Laporan Pembuatan


Laporan Kegiatan Pembuatan Video Pendek Iklan Pelayanan Masyarakat
“Hati-Hati Menjaga Hati, HP-mu Bukan Hatimu”
Malah ini disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
“E-Learning”
Dosen pengampu :
Ahmad Syamsudin, M.Kom
IMG-20180506-WA0002.jpg
 








Disusun Oleh :
Afifatun Nururoifati               (932500515)
Ajeng Sanggarwati ES           (932500615)
Izzah Machfudhoh                  (932500715)
Ana Nailus Sa’adah                (932500915)
Iik Fitriatus Sanah                  (932503015)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
(IAIN) KEDIRI
2018
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG
Segala puji dan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan segala rohmat, taufiq serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini tanpa ada halangan satu apapun.
Laporan ini disusun sesuai dengan teori dan praktek yang penulis ketahui, dimana penulis menyusun laporan tentang tema “Membuat Iklan Layanan Masyarakat Waspada Dalam Berkendara” yang berjudul “Hati-hati Menjaga Hati, Hapemu Bukan Hatimu”. Dengan adanya laporan ini bisa memberikan himbauan agar lebih berhati-hati saat berkendara.
Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada bapak pembimbing dan rekan kerja yang telah bersedia memberikan arahan, bimbingan dan saran kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Semoga semua amal baik yang telah diberikan kapada kami mandapatkan imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Akhir kata, kami berharap laporan tugas ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.
B.  DASAR PELAKSANAAN
Sebagai Tugas Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah E-Learning PBA Semester 7 IAIN Kediri tahun ajaran 2018/2019.
C.  TUJUAN
1.   Media kreativitas mahasiswa PBA Semester 7 IAIN Kediri tahun ajaran 2018/2019.
2.  Menjadi media dokumentasi atas hasil pengamatan dan pengembangan ide terhadap kondisi diri dan social.
3.  Media apresiasi anak muda/pelajar pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.
4.  Menghadirkan tontonan yang mendidik dan menghibur bagi masyarakat.
5.  Media publikasi yang efektif terhadap keadaan dan keberadaan mahasiswa PBA Semester 7 IAIN Kediri tahun ajaran 2018/2019.





PELAKSANAAN KEGIATAN
A. PERSIAPAN
Agar proses produksi berjalan dengan lancar dan terarah, maka melalui tahap persiapan yang matang. Persiapan yang dilakukan berupa :
a.      Mempelajari proses pembuatan video melalui video-video pendek.
b.     Melakukan diskusi dan bertukar pikiran antar anggota kelompok.
c.      Melakukan pemilihan peran dan melibatkan 5 anggota yang dilaksanakan pada Jumat, 05 Oktober 2018 mulai pukul 08.40 s.d 10.20 di Laboratorium Multimedia IAIN Kediri.  Hasil casting menjadi pertimbangan untuk memilih tiga pemeran utama pada video ini.
d.     Penyusunan naskah skenario dan storyboard yang terdiri dari beberapa scene.
e.      Penyusunan pembagian tugas masing-masing anggota kelompok dalam program ini, termasuk menghubungi pihak-pihak yang terlibat dalam proses penyusunan video ini.
f.      Latihan pengambilan gambar yang dilaksanakan satu kali pada hari Rabu, 17 Oktober 2018.
B. PRODUKSI (SHOOTING)
Proses produksi berlangsung satu kali yaitu pada hari Rabu, 17 Oktober 2018 mulai pukul 10.20 sampai pukul 13.30. Pemngambilan adegan ini diambil di jalan Desa Manisrenggo Kecamatan Kota Kediri. Adegan yang diambil sebagai berikut:
No.
Gambar
Shot Size
Durasi
Keterangan
1.








Long Shot


5 detik

Iik mengendarai motor sambil bermain HP. Ia berkendara tanpa menggunakan helm dan seenaknya sendiri.
2.








Long Shot


5 detik

Roif Mengendarai motor pula dari arah yang berbeda namun ia berkendara dengan benar yaitu memakai helm standart dan lebih berhati-hari dijalan (tidak bermain HP).
3.








Medium Shot



5 detik

Iik membalas chattingan tanpa mempedulikan jalan.
4.








Medium Shot



5 detik

Roir berhati-hati sekali dalam berkendara.
5.








Long Shot



10 detik

Iik dan Roif berpapasan di persimpangan jalan. Dan konsentrasi iik hilang.
6.








Medium Shot


10 detik

Iik mulai hilang kendali dan terjatuh.
7.








MediumShot


5 detik

Iik dalam keadaan terjatuh tertimpa motor dan kepalanya terbentur pohon.
8.








Close Up



5 detik

Iik tergeletak karena kepalanya terbentur.
9.







Long Shot


10 detik

Warga datang dan membantu Iik yang sedang tergeletak tidak berdaya. Salah seorang warga berusaha meminggirkan motor.
10.






Long Shot


5 detik

Warga berusaha menghubungi Tim Medis dan pihak keluarga korban.

11.








Long Shot



5 detik

Tim Medis datang dan segera memberikan pertolongan pertama kepada korban.
12.









MediumShot



5 detik

Tim  Medis berusaha menyelamatkan korban.
13.









Close Up



5 detik

Tim  Medis berusaha menyelamatkan korban.
14.










Medium Shot



5 detik

Tim  Medis berusaha menyelamatkan korban. Dan ternyata korban sudah tidak dapat diselamatkan/ tidak bernyawa.
15.



                                             




Medium Shot


5 detik


Keadaan Korban.
                                                            Tabel. Storyboard
           
C. PERBAIKAN (EDITING)
Proses editing memakan waktu yang tidak begitu lama karena hanya berdurasi sedikit dan tidak banyak scene serta adegannya. Berdasarkan hasil editing, maka dari 13 adegan utama berhasil dikembangkan menjadi 15 adegan dengan memperhatikan sudut pengambilan gambar (video). Aplikasi software yang digunakan adalah Wondershare Filmora yang berfungsi untuk menggabungkan dan memotong file video hasil shooting sampai dengan finishing. Musik pengiring yang digunakan adalah instrumen lagu yang sedih disesuaikan dengan alur cerita dan adegan dari aktris yang terlibat. Hingga laporan ini disusun, proses editing jumlah durasi iklan layanan masyarakat ini adalah sekitar 1 menit 50 detik.
D.  PUBLIKASI/ DISTRIBUSI
Program publikasi dan distribusi video ini akan dilakukan pada situs Youtube dari Channel DEMA PBA IAIN Kediri.
E.  SINOPSIS
Pada suatu hari, Iik berangkat menuju kampus dengan mengendarai motornya. Ia tidak menggunakan kelengkapan berkendara karena jarak kampus dengan rumahnya tidak begitu jauh. Barangkali Ia merasa terburu-buru dikarenakan segera mengikuti UTS di kampus, ia mengendarai motor sembari Chattingan WA untuk melihat pengumuman di grup WA.
Karena fokus dengan HP, Iik tidak sadar bahwasannya banyak kendaraan lain yang berlalu lalang di sepanjang jalan tersebut. Dalam posisi dan dari arah yang berbeda, ada Roif yang sedang melintas mengendarai motornya pulang dari kampus. Roif berkendara dengan menggunaan helm standart dan sangat berhati-hati.
Dalam persimpangan jalan, mereka berpapasan dan Iik terserempet karena lebih fokus kepada Chat Wa nya. Ia tidak mampu mengontrol dan akhirnya menabrak pohon sehingga Ia terjatuh. Posisi kepala terbentur pohon dan berdarah. Badan lemas tertimpa motor di pinggiran jalan persawahan yang merupakan jalan pintas menuju kampus.
Beberapa saat setelah kejadian tersebut, ada beberapa warga yang menyaksikan tragedi tersebut dan cepat tanggap berusaha menyelamatkan korban. Sebut saja Ibad, berusaha memindahkan motor yang menimpa Iik. Dan Mas Boy, yang berusaha menghubungi Tim medis dan pihak keluarga korban.
Setelah menunggu beberapa saat, Tim Medis pun datang dan berusaha memberikan pertolongan pertama kepada korban, berusaha menyelamatkan nyawa korban. Namun korban sudah tidak dapat diselamatkan, nyawanya tidak tertolong.
F.   LOKASI
Di jalan Persawahan sekitar Desa Manisrenggo Kecamatan Kota Kediri.
G. PESAN
Pesan yang ingin di sampaikan dalam film pendek ini adalah agar pengendara sepeda motor lebih berhati-hati dalam berkendara. Menggunakan kelengkapan berkendara seperti helm standart dan fokus ketika berkendara, tidak bermain Hp yang dapat membuyarkan konsentrasi berkendara.
H.  EVALUASI DAN MASUKAN
Sebagai bahan pertimbangan untuk kegiatan sejenis di masa mendatang, maka berikut ini berapa masukan yang didapatkan setelah melakukan evaluasi selama pelaksanaan program :
1.   Menyiapkan pemain yang sesuai dengan karakternya sehingga tidak memerlukan penyesuaian lebih lama, apalagi untuk pemain amatir dan baru,
2.   Menyiapkan naskah skenario lebih awal untuk bisa dipelajari oleh seluruh tim produksi,
3.   Melakukan sesi latihan lebih sering dan diusahakan langsung pada tiap adegan yang terdapat pada skenario film,
4.   Menyiapkan jadwal yang detail saat proses pengambilan gambar terkait dengan adegan-adegan (scene) yang diambil agar tidak ada adegan yang kurang atau berulang,
5.   Untuk scene yang melibatkan banyak pihak agar mengkondisikan lebih awal termasuk kode aba-aba dan kemungkinan pengulangan adegan,
6.   Breefing tentang pengenalan dan latihan sesuai dengan tugas dan fungsi dari masing-masing tim produksi,
7.   Menyiapkan setidaknya satu hari untuk menjaga kemungkinan scene yang perlu diulang sebelum akhirnya di edit,
8.   Perlu dilakukan survei lapangan dan pengecekan peralatan selama proses persiapan dan tidak mendadak saat proses shooting.
9.   Untuk cameramen, agar lebih berhati-hati dalam proses pengambilan gambar agar tidak ada kebocoran gambar lain pada setiap scene dan adegan.
I.    DOKUMENTASI
Telah dicantumkan pada proses produksi (Shooting)
J.   TIM PRODUKSI
Sutradara                : Ana Nailus Sa’adah
Produser                 : Izzah Machfudhoh
Camerawoman       : Ana Nailus Sa’adah
Wardrobe               : Afifatun Nururoifati
Properti                  : Ajeng Sanggarwati Etikasari
Penulis Naskah      : Iik Fitriatus Sanah







PENUTUP
Penyusunan laporan ini memang belum sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca semua. Demikian laporan ini telah selesai dibuat, semoga bisa bermanfaat dan dipergunakan sebagaimana mestinya.
Kediri, 27 Oktober 2018
Hormat kami,

TIM PRODUKSI